Tugas Besar Etika Profesi

 

MAKALAH

Analisis Etika Profesi dan Bisnis pada Perusahaan Xiaomi dan Dampaknya Terhadap Kinerja Perusahaan

Disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah

Etika Profesi

Dosen Pengampu: Imam MPB, ST, MT


 

 Oleh:

Yuwan Cornelius

21101051

 

 

 KELAS: S1TT – 09B

 

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK TELEKOMUNIKASI

INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

JL. D.I PANJAITAN 128 PURWOKERTO

2023



BAB I PENDAHULUAN

Etika profesi adalah suatu panduan profesionalisme yang ada di dalam dunia kerja. Bagaimana cara kita untuk berbicara dan bertindak apakah salah satu pemahaman mengenai etika sebagai profesional. Selain itu, cara dalam mengambil keputusan juga dapat dilakukan secara profesional. Etika profesi tidak hanya berlaku untuk satu profesi saja. Akan tetapi, berlaku secara menyeluruh pada semua profesi pada umumnya (Kurniasih, 2022).

Di dalam sebuah profesi tertentu, bisa ditambahkan sebuah aturan mengenai etika khusus. Aturan tersebut sesuai dengan profesi pada pekerjaan itu. Sebagai orang yang profesional di dunia kerja, seseorang harus selalu mengingat etika profesi. Serta mengingat etika yang pantas, supaya bisa menjalin hubungan yang baik dengan semua bagian di dalam organisasi (Kurniasih, 2022).

Budaya perusahaan (corporate culture) adalah keyakinan, nilai, kepercayaan, dan norma bersama yang menjadi ciri perusahaan dan diikuti oleh anggota perusahaan. Budaya memberikan kerangka acuan umum bagi anggota perusahaan yang dapat digunakan untuk menafsirkan peristiwa dan fakta di lingkungan perusahaan (Nasrudin, 2019).

Dengan mengembangkan budaya, karyawan merasa seorang pemimpin membantu mereka menyelesaikan suatu tujuan. Budaya tertanam dan mapan menggambarkan bagaimana orang harus berperilaku. Itu tidak hanya dapat membantu karyawan dalam kegiatan sehari-hari mereka, tetapi juga dalam mencapai tujuan mereka. Pada akhirnya, budaya yang benar tidak hanya memastikan kepuasan kerja yang lebih tinggi tetapi juga mencapai tujuan perusahaan (Nasrudin, 2019).

Budaya ini tidak hanya membuat orang senang bekerja keras dan mencapai tujuan bersama, tetapi juga memotivasi mereka untuk berperilaku positif. Oleh karena itu, efisiensi dan efektivitas karyawan (dan perusahaan) dipengaruhi oleh budaya tempat mereka bekerja. Nilai dan prinsip perusahaan juga merupakan faktor kunci dalam membentuk reputasinya. Kesan pertama yang baik tentang perusahaan terbentuk ketika karyawannya memperlakukan klien dengan sikap hormat dan sopan (Manystighosa, 2022).

Xiaomi adalah perusahaan asal Cina yang memproduksi berbagai produk teknologi, produk rumah tangga, dan produk fashion seperti sepatu dan tas. Perusahaan yang awalnya bernama Dami ini berdiri pada tahun 2010. Di antara sepuluh besar perusahaan manufaktur HP di dunia, usia Xiaomi termasuk yang paling muda (ZAKSA, 2020).

Hal pertama yang bisa dipelajari dari kesuksesan Xiaomi adalah strategi hunger marketing. Hunger marketing bisa dikatakan sebagai cara sebuah perusahaan yang membawa produknya ke pasar dengan harga yang sangat menarik (murah) sehingga memikat pelanggan yang potensial, kemudian perusahaan tersebut akan membatasi pasokan produknya (Noviyanto, 2016).

Oleh sebab itu budaya perusahaan memiliki peran yang signifikan dalam membentuk identitas, motivasi karyawan, hubungan dengan pelanggan, dan kerjasama antar tim. Penting bagi perusahaan untuk memiliki budaya yang sesuai dengan nilai-nilai inti dan tujuan organisasi serta mengembangkannya secara berkelanjutan. Dengan demikian, perusahaan dapat membangun reputasi yang baik, mencapai keunggulan kompetitif, dan berhasil dalam mencapai tujuan jangka panjang.

 

BAB II PEMBAHASAN

 

Perusahaan Xiaomi merupakan salah satu perusahaan teknologi global yang berbasis di Tiongkok. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 oleh Lei Jun dengan visi untuk membawa teknologi yang inovatif dan terjangkau ke seluruh dunia. Xiaomi telah menjadi salah satu pemain terkemuka dalam industri teknologi dengan produk-produknya yang inovatif dan terjangkau seperti smartphone, laptop, televisi pintar, peralatan rumah tangga pintar, dan lain sebagainya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Perusahaan Xiaomi memiliki komitmen yang kuat terhadap etika profesional dan bisnis. Hal ini tercermin dari prinsip-prinsip yang diterapkan perusahaan, seperti integritas, transparansi, keberlanjutan, kepercayaan konsumen, dan inovasi berkelanjutan. Xiaomi juga berusaha untuk mematuhi undang-undang dan peraturan mengenai lingkungan serta kesehatan dan keselamatan konsumen.

Salah satu dampak positif dari pengembangan etika profesional dan bisnis yang kuat di perusahaan Xiaomi adalah peningkatan efisiensi bisnis. Dengan mengedepankan integritas dan transparansi, Xiaomi mampu menjalin hubungan baik dengan para pemangku kepentingan seperti konsumen, karyawan, mitra, dan pemerintah. Ini membantu perusahaan membangun kepercayaan dan reputasi bisnis dan berdampak positif pada penjualan produk.

Selain itu, mengembangkan etika bisnis yang berfokus pada inovasi berkelanjutan, keberlanjutan, dan lingkungan membantu Xiaomi mengembangkan produk dan teknologi ramah lingkungan, serta memperkuat posisinya di pasar Teknologi menjadi semakin kompetitif. Namun, perusahaan Xiaomi juga perlu berhati-hati dan mengatasi beberapa tantangan dalam bisnisnya. Seperti banyak perusahaan teknologi lainnya, Xiaomi perlu memperhatikan keamanan data konsumen dan masalah privasi serta mematuhi peraturan terkait hal ini. Selain itu, perusahaan juga harus memperhatikan masalah kesejahteraan karyawan, hak asasi manusia dan lingkungan yang mungkin timbul sebagai akibat dari aktivitas bisnis mereka.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip etika profesional dan bisnis ini, Xiaomi telah mencapai kinerja perusahaan yang baik. Pada tahun 2020, Xiaomi mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 19,4% dan laba bersih sebesar 12,7 miliar yuan atau sekitar 1,8 miliar dolar AS. Xiaomi juga menduduki peringkat keempat dalam hal penjualan smartphone global pada tahun 2020.

Dampak penerapan prinsip-prinsip etika bisnis dan profesional yang baik oleh Xiaomi juga tercermin dalam kepercayaan konsumen terhadap produk dan merek Xiaomi. Menurut sebuah laporan oleh Brand Finance, Xiaomi menempati urutan ke-24 dalam daftar merek global paling kuat di tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen dan masyarakat mempercayai nilai dan prinsip yang dipraktikkan Xiaomi dalam menjalankan bisnisnya.

Namun, seperti perusahaan lainnya, Xiaomi juga menghadapi berbagai tantangan dan kritik terkait etika profesi dan bisnis. Salah satu contohnya adalah kritik yang ditujukan kepada Xiaomi terkait privasi dan keamanan data pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi Xiaomi untuk terus meningkatkan prinsip bisnis dan etika profesinya agar menjadi lebih baik lagi.

 

BAB III PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan etika profesi dan bisnis yang kuat pada perusahaan Xiaomi memiliki dampak positif pada kinerja perusahaan dan membantu memperkuat kepercayaan dan reputasi perusahaan. Namun, perusahaan juga perlu memperhatikan dan mengatasi beberapa tantangan dalam menjalankan bisnisnya untuk tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain terkemuka dalam industri teknologi global.

Penerapan prinsip etika profesi dan bisnis yang baik memiliki dampak yang positif terhadap kinerja perusahaan seperti yang terlihat pada Xiaomi. Konsumen dan publik percaya pada merek dan produk Xiaomi yang dihasilkan dari praktik bisnis yang adil, transparan, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Xiaomi dan perusahaan lainnya harus terus memperbaiki dan meningkatkan praktik-praktik bisnis mereka agar dapat memenuhi harapan dan kepercayaan dari konsumen dan publik.

B.    Saran

Berdasarkan Analisis Etika Profesi dan Bisnis pada Perusahaan Xiaomi dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan, antara lain:

1.     Meningkatkan transparansi - Xiaomi perlu meningkatkan transparansi dalam bisnisnya dan menciptakan informasi yang lebih akurat dan komprehensif tentang produk dan layanan yang ditawarkannya. Hal ini dapat membantu membangun kepercayaan pelanggan dan meningkatkan citra perusahaan.

2.     Membangun budaya etis - Xiaomi harus membangun budaya etis yang kuat di seluruh organisasi. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan pelatihan etika dan moral kepada karyawan dan memastikan bahwa setiap orang dalam organisasi memahami pentingnya bertindak dengan integritas dan kejujuran. 

3.     Meningkatkan kualitas produk - Xiaomi perlu memastikan bahwa produk yang ditawarkannya berkualitas tinggi dan memenuhi standar keamanan yang ditetapkan. Ini akan membantu membangun reputasi bisnis yang baik dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kurniasih, W. (2022, Mei 10). Etika Profesi: Pengertian, Manfaat, Prinsip dan Skill. Retrieved from Gramedia Blog: https://www.gramedia.com/best-seller/pengertian-etika-profesi/

Manystighosa, A. (2022, November 23). Apa Itu Budaya Perusahaan? Tujuan, Jenis, Cara Membangun. Retrieved from Kita Lulus: https://www.kitalulus.com/bisnis/budaya-perusahaan

Nasrudin, A. (2019, September 7). Budaya Perusahaan. Retrieved from Cerdasco: https://cerdasco.com/budaya-perusahaan/

Noviyanto. (2016, Agustus 9). 6 Hal yang Bisa Dipelajari Dari Kesuksesan Xiaomi. Retrieved from Koinvvorks: https://koinworks.com/blog/kesuksesan-xiaomi/

ZAKSA, A. (2020, Desember 1). Apa Itu Xiaomi? Mengenal Perusahaan Xiaomi Lebih Jauh. Retrieved from nesabamedia: https://www.nesabamedia.com/apa-itu-xiaomi/

 

 

 

 

Komentar